Saturday, December 8, 2012

renungan umat Islam

(SEBUAH RENUNGAN UMAT MUSLIM) A. DEFINISI Umat Islam pada umumnya telah mengenal rukun Islam dengan mengikuti ajaran Nabi Muḥammad melalui ḥadīts yang diriwayatkan oleh Muslim, yang menyatakan rukun Islam terdiri dari lima perkara : yaitu mengucap dua kalimat syahadat, melaksanakan salat,zakat, puasa, dan haji jika mampu. Akan tetapi umat Islam zaman modern ini kurang memikirkan lagi secara mendalam makna dari rukun Islam ini. Adapun al-Qur’ān yang dijadikan pedoman hidup bagi umatIslam tidak menjelaskan secara rinci mengenai ajaran rukun Islam. oleh karenanya umat Islam harus tahu dahulu apa pengertian dasar rukun Islam secara leksikal kamus, etimologi,dan terminologi, hingga dapat mengetahui definisi dari dasar rukun Islam tersebut. kata ‘dasar’ berasal dari bahasa indonesia, yang memiliki arti ‘pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran, aturan), dan asas. Kata rukun adalah bahasa Arab berasal dari kata rukn (jamak, arkān), memiliki arti ‘sokongan (dorongan)’ dan merupakan kata transitif (butuh obyek), walaupun akar-katanya rakana (adab sopan santun menatap Allah dan manusia) merupakan kata intransitif (tidak memerlukan obyek). Secara leksikal (setara dengan etimologi, lughawī, secara bahasa) kata rukn, juga rakana, memiliki banyak arti selain ‘dorongan’ dan ‘adab sopan santun menatap Allah dan manusia’, yaitu, kerja besar, pihak yang kuat, kemuliaan, kekuatan, bergantung hati kepada Allah, cenderung, condong, sudut, tiang sandaran, asas, dasar, sendi, baik, damai, dan bersatu hati. Adapun secara terminologis (iṣṭilāḥī, secara istilah), kata rukn, dimaknai ‘cenderung hati’ seperti kata wa lā tarkanū ilā al-ladzīna ẓalamū (jangan cenderung hati atau percayakan kepada mereka yang ẓalim.) Sedangkan kata Islām adalah bahasa Arab yang berasal dari kata aslama yang berarti ‘menyelamatkat’ merupakan kata yang membutuhkan obyek, walaupun akar-katanya salima berarti ‘sejahtera (selamat)’ tidak memerlukan obyek. Kedua kata tersebut aslama dan salima berbeda makna sedikit saja, karena pada dasarnya kata aslama berasal dari kata salima.Menurut bahasa kata aslama dan salima banyak memiliki arti menurut ia beragamaIslam, menyerahkan, yang bersepakat, kesejahteraan, ikut, tawanan, yang dahulu, perhomatan, keadaan menurut junjungan, taat, sentosa, suka rela (akan urusan), berdamai, tunduk, patuh, menerima, tangga, menyerahkan (urusannya kepada Allah) dan jenjang. Menurut istilah, kata aslama dimaknai tadayyana bi al-Islām (beragama Islam, memeluk ajaran Islam, atau menjadi muslim). Dari penjelasan dasar rukun Islam secara leksikal kamus, etimologi, dan terminologi di atas, maka dasar rukun Islam dapat didefinisikan sebagai inti ajaran Islam yang menjadi pondasi dan tiang agama Islam yang tanpa itu agama Islam akan rubuh dan goncang serta cacat. B. Pandangan al-Qur’ān Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Q.s. Ibrahim/14: 24 Ayat Q.s. Ibrahim/14: 24, menjelaskan kalimat yang baik itu ialah kalimat thayyibah, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat thayyibah seperti lā ilāha illallāh(tidak ada Tuhan selain Allah), hal ini merupakan perkara yang penting, Karena untuk memasuki agama Islam manusia haruslah lebih dahulu mengucapkan kalimat Syahadatyn (dua kalimat Syahadat), yang pertama, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah), sebagaimana keterangan dalam ayat Q.s. Āli ‘Imrān/3: 18, berbunyi, Allah menjelaskan, bahwasanya tidak ada Tuhan yang disembah dengan sebenar benarnya, melainkan Dia yang Esa, hal keadaanNya menegakkan keadilan, para malaikat dan orang-orang yang berilmu menjelaskan demikian pula(mengakui yang demikian). Tidak ada Tuhan melainkan Dia, yang senantiasa keras tuntutanNya lagi yang senantiasa menyelesaikan sesuatu sesuai dengan hikmah. Sesungguhnya agama (yang diridhai)disisi Allah hanyalah Islam. Ayat Q.s. Āli‘Imrān/3:18-20, menjelaskan, Allah telah mempersaksikan semua ciptaanNya. Dia adalah saksi yang paling jujur dan adil serta penutur yang benar, dan Allah menyertai kesaksian para malaikat dan orang-orang berilmu dengan kesaksianNya. penjelasan mengenai para malaikat yaitu kata malaikat berasal dari bahasa Arab yaitu malā’ikah, (jamak, malak), asal-katanya ialah malaka. Kata malaka berarti ‘menguasai’, hal ini mengisyaratkan tugas malaikat sebagai perantara antara Allah dan manusia. Maksudnya malaikat sebagai pesuruhNya,yang ditugaskan melaksanakan perintahNya. Dapat pula ditambahkan maksud malaikat ini ialah yang diserahi tugas khusus yang memberi kesaksian melalui usaha manusia dalam batinnya,yang kodratnya mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa. Seperti orang-orang berilmu yang telah memperoleh hikmah dari Allah SWT).Maksud hikmah ialah menemukan kebenaran yang diperoleh dengan perantara Ilmu, akal, dan menjadikan sesuatu perkara dengan cara yang paling baik dalam mengetahui alam yang sudah ada atau nyata sehingga dapat mendorong pelaksanaan kebajikan. Penggalan ayat “Sesungguhnya agama disisi Allah ialah islam,” merupakan pemberitahuan dari Allah, bahwa tiada agama menurutNya yang dapat diterima dari seseorang kecuali agama Islam. karena, Islam merupakan panutan para rasul yang Dia utus dengan mengakhirinya kepada Muhammad.Sebagaimana keterangan dalam ayat Q.s al-Anbiyā/21: 25, berbunyi, Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu (MuḤammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka mengabdilah olehmu sekalian akan aku". Ayat Q.s. al-anbiyā/21: 25 di atas, menjelaskan kata ‘mengabdi’ merupakan Kata kerja (fi’il amr) setelah beriman kepada Allah,bahwasanya diwajibkan mengabdi kepadaNya. Dan pada ayat ini juga menerangkan kepada kalimat syahadatyn yang ke dua yaitu asyhadu anna Muhammad rasūlullāh(aku bersaksi bahwa Muhammad itu ialah utusan Allah). Sebagaimana keterangan dalam ayat Q.s. al-fatḤ/48: 29, berbunyi, Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah kuat terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku'dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya,tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang- orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. Ayat Q.s. al-fatḤ/48: 29, menjelaskan, bahasa Arabnya ‘kuat’ ialah Asyiddā’ Jamaknya syadid. Menurut bahasa kata syadid memiliki arti banyak selain 'kuat’ yaitu kokoh, sentosa (bahagia), berani dan teguh hati. Ini mengibaratkan kecenderungan hati hanya untuk Allah semata dan tidak ragu kepada bimbingan Muhammad yaitu ruku dan sujud (salat) sebagai bukti dari kata kerja ‘mengabdi’ kepada Allah setelah berimannya kepada Allah. Adapun ajaran Islam sebelum melaksanakan salat bagi orang-orang beriman diwajibkan berwuḍu terlebih dahulu. Keterangan ini ada dalam ayat Q.s. al-Mā’idah/5: 6, berbunyi. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki,dan jika kamu junub Maka mandilah,dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau menyentuh perempuan,kalau kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu,tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmatNya bagimu, supaya kamu bersyukur. Ayat Q.s.al-Mā’idah/5: 6,menjelaskan, pentingnya adab bagi orang-orang beriman kepada Tuhannya,begitu pula kepada sesamanya. keterangan ini ada dalam ayat Q.s.at-Taubah/9: 71, berbunyi, Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh(mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar,mendirikan ṣalat,menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan RasulNya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi maha Bijaksana. Ayat.Q.s.at-Taubah/9: 71,menjelaskan,orang-orang beriman diwajibkan untuk saling menolong kepada sesamanya, selalu menyuruh dalam kebaikan dan selalu mencegah kejahatan. kata ṣalat berasal dari bahasa Arab berarti permohonan atau do’a. dikarenakan Allah ialah tempat bergantung dari seluruh makhluk dan ciptaanNya. Untuk mendorong pada pelaksanaan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar, ajaran Islam mewajibkan bagi orang-orang beriman untuk menunaikan zakat. Keterangan ini ada dalam ayat Q.s. al-Baqarah/2: 267, berbunyi, Hai orang-orang yang beriman,nafkahkanlah di jalan Allah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan dari padanya, Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Ayat Q.s.al-Baqarah/2: 267,menjelaskan, keesaan Allah sebagai pencipta segala sesuatu, tidak ada kecacatan dalam ciptaannya begitulah seperti ayat Q.s. al-Baqarah/2: 22, berbunyi, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu Janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, Padahal kamu Mengetahui. Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya. Ayat Q.s.al-Baqarah/2:22,menjelaskan,Allah Maha kaya dan terpuji,dengan begitu Allah menciptakan sesuatu dengan sebaik-baiknya; bumi sebagai tempat tinggal manusia,langit sebagai atapnya dan buah-buahan sebagai santapannya, maka karena itu orang-orang beriman diwajibkan untuk menafkahkan rezki dengan sebaik-baiknya, kepada sesamanya.Lalu, untuk mendorong orang-orang beriman dalam menjaga kekayaanNya dan pujian Allah itu,ajaran Islam memerintahkan bagi orang-orang beriman untuk berpuasa keterangan ini ada dalam syat Q.s. al-Baqarāh/2:183, berbunyi, Hai orang-orang yang beriman,diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu memelihara diri dari kejahatan. Ayat Q.s. al-Baqarāh/2:183, di atas menjelaskan,Karena puasa mengandung manfaat bagi kesucian, kebersihan, kecemerlangan diri dari pencampuran dengan keburukan dan kepada adab (akhak) yang rendah. Oleh karena itu dengan cara puasa orang-orang beriman itu dapat menjaga kekayaan Allah dan pujian Allah itu. jika orang-orang beriman sudah mantap akan adab (akhlak)kepada Allah dan sesamanya serta sanggup mempertahankan kekayaanNya dan pujianNya itu, maka ajaran Islam yang terakhir bagi orang-orang beriman ialah melaksanakan haji jika mampu melaksanakannya, keterangan ini ada pada ayat Q.s.Āli‘Imrān/3;96-7,berbunyi, Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk(tempat beribadat)manusia, ialah Baitullah yang di Mekah yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. padanya terdapat tanda-tanda yang nyata,(diantaranya )maqam Ibrahim; Barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah,Yaitu (bagi)orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji,Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. Ayat Q.s.Ālu ‘Imrān/3: 97,menjelaskan,bahwa ibadah haji bukanlah suatu kewajiban yang tanpa syarat;ibadah haji ini hanya diwajibkan kepada orang Islam yang mampu menempuh kesana. Karena, Allah memberitahukan bahwa rumahNya (ka‘bah) yang pertama dibangun oleh Nabi Ibrāhīm itu sebagai kepentingan semua pengabdian orang-orang beriman,yaitu sa’i, ṭawaf, salat mengahadap kesana,dan lain-lain. Oleh karenanya ibadah haji diwajibkan bagi yang mampu saja, yakni sudah baikkah selama ini pengabdian orang-orang beriman kepadaNya. Undang saya ya kalau ada acara-acara agama , insayaallah saya akan memberikan pemikiran yang baik. Hp.088210028258

No comments:

Post a Comment

Post a Comment